Masalah Lapangan Pekerjaan di Masa yang akan datang
Seperti yang kita tau,
Teknologi akan terus berkembang. Tanpa kita sadari,kita telah mencapai titik
dimana berbicara jarak jauh merupakan teknologi yang kuno. Dimulai dari alat
Telegrafi, yang pada masanya di tahun 1830s merupakan teknologi yang ground breaking. Telegrafi merupakan
alat untuk mengirimkan suatu pesan yang ditulis tanpa pengiriman fisik atau
surat. Meskipun teknologi nya sangat sulit untuk dioperasikan, alat ini telah
berkontribusi dalam pengembangan teknologi dalam bidang komunikasi seperti
faks, email, dan jaringan computer.
Teknologi masa kini mewujudkan imajinasi-imajinasi scientist dan inventor dari masa lalu dari seluruh dunia yang pada saatnya
menganggap teknologi sekarang adalah sesuatu yang tidak mungkin atau imposibble seperti Televisi, Telefon,
dll. Bahkan dimasa sekarang teknologi sudah lebih dari imajinasi para scientist pada masanya.
Artificial
Intelligence atau yang biasa disingkat AI mulai berkembang dengan pesat
bahkan dapat diakses orang-orang kalangan konsumer yang hanya dibutuhkan untuk
memiliki komputer saja. Contoh AI yang baru saja keluar dan marak dipakai oleh
banyak adalah Voice Assistant.
Voice Assistant karena
kecanggihannya sudah bisa menggantikan pekerjaan seseorang seperti pelayanan Movie Guru yang biasanya ada di usaha
penjualan atau penyewaan film pada masanya seperti Blockbuster, Movie Guru yang
biasanya akan melayani pelanggan sebagai pemberi info tentang film-film yang sedang
tayang hingga memberikan rekomendasi film sesuai genre yang pelanggan inginkan.
Namun, semua itu tidak lah lagi berguna karena adanya internet dan Voice Assistant yang mempermudah
konsumer untuk mencari info untuk suatu hal. Oleh karena itu, Internet dan
kemajuan teknologi dalam bidang Artificial
Intelligence bisa mempengaruhi lapangan pekerjaan di masa yang akan
mendatang.
Tidak
hanya itu, AI bisa diaplikasikan ke suatu mesin yang biasanya harus
dioperasikan oleh manusia sehingga menghilangkan lapangan kerja di bidang itu
sendiri. Apalagi di masa dimana bidang industri sedang marak-maraknya dan
membutuhkan alat-alat yang dapat memberikan mereka untung yang paling besar.
Oleh karena itu, mereka akan mengurangi penggunaan tenaga manusia dan pindah ke
tenaga AI.
Tertutupnya
sebagian besar lapangan kerja tentu saja akan membuka lapangan kerja yang baru.
Developer AI akan membutuh tenaga manusia untuk membantu membuatnya. Namun
apakah lapangan pekerjaan yang terbuka ini cukup untuk me recover lapangan kerja yang tumbang akibat perkembangan teknologi
itu sendiri? Untuk sekarang mungkin masih bisa society untuk meratakan lapangan kerja.
Namun,
apakah di masa yang akan datang dimana Robot yang dibekali AI bisa menjadi
sebuah kemungkinan akan menghapus sebagian besar lapangan kerja seperti cerita
yang ada di videogame “Detroit Become
Human” yang menceritakan tentang masyarakat yang ‘bertengkar’ dan protes dengan
adanya “Android” atau Robot AI yang “mencuri” lapangan kerja mereka. Protes
mengenai masalah Android ini juga bisa menjadi tantangan untuk kita sebagai
individu di masa yang akan mendatang dan bukanlah suatu hal yang fiksional.
Kesimpulannya,
Ancaman lapangan pekerjaan di masa yang akan datang bukanlah fiksi. Hal hal
yang disebutkan tadi merupakan hal yang bisa menimpa kita di dunia nyata. Namun
bukan berarti kita harus takut, karena mau tidak mau teknologi akan maju. Dan kita
harus beradaptasi, bisa saja kita akan bekerja dengan robot di masa mendatang, dan
pekerjaan baru dan keterampilan baru akan dibutuhkan di masa mendatang. Untuk sekarang
kita hanya bisa menunggu dan menyiapkan bekal untuk menjadi manusia yang
berguna di masa mendatang, baik di bidang sosial maupun teknologi.
Komentar
Posting Komentar